Pada 31 Oktober 2005 lalu, di kota Ho Chi Minh, Vietnam, patung Bunda Maria di dalam sebuah gereja Katolik meneteskan air mata, dan ribuan orang telah menyaksikan keajaiban ini [gambar 1].
Di Caracas, Venezuella, di mata sebuah patung Bunda Maria mengalirkan darah, ratusan orang berbondong-bondong ke gereja untuk memanjatkan doa [gambar 2].
Februari lalu, siaran berita stasiun TV Minshi melaporkan tentang patung bayi suci di sebuah gereja di Texas, AS. Di hadapan puluhan jemaat di gereja, di luar dugaan bayi suci itu meneteskan air mata seperti kristal. Dan itu berlangsung kurang lebih ½ jam. Dalam tahun-tahun terakhir ini, di berbagai daerah di dunia ditemukan sejumlah besar patung Yesus, Bunda Maria meneteskan air mata, bahkan meneteskan darah, tokoh terkemuka dan termasuk ilmuwan juga pernah menyaksikannya sendiri.
Menurut laporan majalah New Century, dari hasil laboratorium ditemukan, bahwa komposisi molekul air mata dan darah yang mengalir itu sama dengan komposisi air mata dan darah manusia. Namun ilmuwan tidak dapat menjelaskan dari mana asalnya. Patung Bunda Maria di Sicily, Italia, yang meneteskan air mata menarik perhatian mantan Paus Yohanes Paulus II. Beliau menjelaskan bahwa Bunda Maria menangis karena melihat penderitaan akibat perang yang dialami rakyatnya dan ancaman dari Timur, ia menjelaskan ancaman dari timur itu adalah komunisme.
Muncul KeajaibanDalam sebuah situs net yang dimuat pada (25/4/06) lalu disebutkan, bahwa patung Bunda suci Maria di dalam sebuah gereja di desa setempat, Kolumbia. Tiba-tiba meneteskan air mata, sehingga menarik sejumlah besar jemaat untuk menyaksikannya. Selain itu, saat suhu di sebuah desa setempat bagian barat mencapai 15° C ada pohon yang agak membeku (menjadi es), sehingga warga setempat terheran-heran dibuatnya.
Menurut laporan AP, pada akhir November 2005 lalu, di dalam sebuah gereja di pinggiran kota Sacramento, California, AS. Sebuah patung Bunda Maria yang ditempatkan di luar pintu gereja mulai meneteskan air mata, bahkan air matanya tampak seperti darah. Sejumlah jemaat yang setia berkunjung ke sana sambil membawa kamera, dan mereka telah menyaksikan sendiri keajaiban ini.
Kantor beita CNA melaporkan, pada awal November 2004 lalu, di sebuah kampung nelayan di selatan Philipina, sebuah patung bayi suci setinggi 1 kaki yang diukir puluhan tahun lalu kerap meneteskan air mata, sehingga dinamakan “tangisan bayi suci”. Konon katanya, air mata patung bayi suci ini disertai dengan aroma santan kelapa, memiliki khasiat gaib menolak bala dan menyembuhkan penyakit. The Liberty Times melaporkan, sejak pertengahan Mei 2004 lalu, patung Bunda Maria di sebuah gereja Katolik di Lismore, Ausi. Dan sejumlah salib yang menyalib patung Yesus mulai menyebarkan aroma harum bunga mawar dan darah. Fenomena gaib ini berlangsung 2 pekan lamanya.
Malam (22/5/04), ada yang terkejut melihat sebuah patung Yesus sedang meneteskan darah. Darah itu menetes dari kedua tangan, tulang rusuk, lutut dan bagian luar anggota badannya. Dan darah yang menetes tidak berbau, setiap kali selalu disertai dengan aroma harum yang kental. Fenomena tentang Yesus meneteskan air mata maupun darah yang tercatat di berbagai daerah di dunia tak terhitung banyaknya.
Dalam sejarah Kristiani, selain patung yang bisa meneteskan air mata darah, juga kerap terjadi fenomena gaib di tubuh jemaat. Dan fenomena yang diperlihatkan sama dengan kondisi yang dialami umat Kristiani saat mengalami siksaan. Malah lebih hebat, seperti misalnya tanpa sebab yang jelas mengalirkan banyak darah segar di telapak tangan atau kepala, atau pada sepasang mata mereka meneteskan darah, ajaib sekali. Bahkan fenomena ini sudah ada istilah khususnya, yaitu stigma yang berasal dari bahasa Yunani artinya tanda-nya tato. Dunia ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan peristiwa demikian.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar