Selasa, 26 April 2011

Kejahatan dalam Dunia Maya

 Internet kini bukan lagi teknologi yang asing bagi para pengguna komputer. Penggunanya kini semakin banyak, bahkan pemerintah Indonesia sendiri kini tengah giat-giatnya mensosialisasikan keberadaan internet agar bisa digunakan di sekolah-sekolah. Tak hanya sekolah di perkotaan, tapi kini diusahakan dapat menyentuh sekolah yang ada di pedesaan. Memang diakui kini keanekaragaman isi internet menjadikan internet mendapatkan banyak julukan, mulai dari gudang informasi dunia, perpustakaan terbesar di dunia, sumber ilmu terlengkap, dan banyak lagi julukan lainnya.
     Oleh karena itu, tak dapat dipungkiri saat ini internet sangat diperlukan, bahkan bagi sebagian orang, internet menjadi suatu kebutuhan dan gaya hidup. Bagi mereka, internet dipakai untuk melakukan aktivitas sehari-hari, dari sekadar mencari informasi berita terbaru, melakukan bisnis dengan berbagai kalangan, melakukan transaksi mobile banking seperti membayar tagihan-tagihan, membeli barang kebutuhan, mencari jadwal perjalanan, menawarkan produk atau jasa, dan kegiatan lainnya.
     Saat ini jika sebuah perangkat komputer, baik personal computer (PC) maupun laptop terasa belum lengkap fungsinya apabila perangkat tersebut tidak bisa terkoneksi ke internet. Bahkan sekarang perangkat ponsel sudah memiliki fitur untuk melakukan koneksi internet melalui teknologi GPRS atau dijadikan modem dengan menggunakan fasilitas bluetooth. Namun, seperti halnya dalam kehidupan nyata, kejahatan tak pernah mati. Demikian pula, kita mengenai kejahatan yang bersifat merusak menyamanan aktivitas berkomputer dan berinternet dalam dunia internet. Kian banyak orang berkecimpung di dunia maya (internet), justru menjadi "sasaran empuk" pada pemilik program jahat (malware) yang setiap saat siap mengganggu kenyamanan berinternet. Inilah yang disebut dengan spyware.

Senin, 11 April 2011

Pengenalan Virus HIV

HIV adalah anggota dari genus lentivirus [1], bagian dari keluarga retroviridae [2] yang ditandai dengan periode latensi yang panjang dan sebuah sampul lipid dari sel-host awal yang mengelilingi sebuah pusat protein/RNA. Dua spesies HIV menginfeksi manusia: HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 adalah yang lebih virulen dan lebih mudah menular, dan merupakan sumber dari kebanyakan infeksi HIV di seluruh dunia; HIV-2 kebanyakan masih terkurung di Afrika barat.[6] Kedua spesies berawal di Afrika barat dan tengah, melompat dari primata ke manusia dalam sebuah proses yang dikenal sebagai zoonosis.
HIV-1 telah berevolusi dari sebuah simian immunodeficiency virus (SIVcpz) yang ditemukan dalam subspesies simpanse, Pan troglodyte troglodyte. HIV-2 merupakan spesies dari sebuah strain SIV yang berbeda, ditemukan dalam sooty mangabeys, monyet dunia lama Guinea-Bissau. [6]
Tiga grup dari HIV-1 telah diidentifikasi berdasarkan ekspresi genom viral yang disebut env, yaitu: M, N dan O. Grup env M merupakan genom yang paling banyak ditemukan dengan 8 perbedaan subtipe yang dipengaruhi faktor geografis, antara lain: B (di Amerika dan Eropa), A dan D (di Afrika), C (di Afrika dan Asia).
Infeksi susulan oleh subtipe yang berbeda, menimbulkan bentuk rekombinan sirkulasi[7] (bahasa Inggris: circulating recombinant form, CRF).
Bentuk rekombinan yang pertama kali ditemukan adalah rekombinan AG dari Afrika tengah dan barat, kemudian rekombinan AGI dari Yunani dan Siprus, rekombinan AB dari Rusia dan AE dari Asia tenggara. Meskipun demikian, prekursor CRF AE berupa tipe E masih belum ditemukan.
47% infeksi yang terjadi di seluruh belahan dunia merupakan subtipe C, 27% berupa CRF02_AG, 12,3% berupa subtipe B, 4% adalah subtipe D dan 4% merupakan CRF AE, sisa 5,7% terdiri dari subtipe dan CRF lain. Riset HIV terakhir 95% terfokus pada subtipe B, sedangkn beberapa laboratorium menggunakan subtipe

Selasa, 05 April 2011

Dalam Proses Mencoba

Suatu tim bola basket dari satu kolese kecil merayakan misa bersama sebagai persiapan untuk pertandingan perdana dalam turnamen “March Madnes” NCAA. Selama khotbah, pastor berkata kepada anggota tim bahwa dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang, yang terpenting dalam suatu pertandingan bola baskte adalah bukan soal kalah atau menang, melainkan bagaimana mereka telah terbentuk selama masa persiapan samapi pada tahap kompetisi untuk meraih gelar juara.
- Apakah mereka menjadi manusia yang lebih baik?
- Apakah mereka menjadi orang yang semakin mencintai?
- Apakah mereka semakin loyal satu terhadap yang lain?
- Apakah mereka semakin bersungguh-sungguh?
- Apakah mereka semakin bertumbuh, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok?
Ketika misa selesai, sementara menanggalkan pakaian misanya, pastor mendengar pelatih memberikan pengarahan kepada para pemainnya, “Silakan duduk sebentar! Pastor mengatakan sesuatu yang masih menganggu pikiran saya sekarang ini. Saya tidak tahu persisi apakah saya telah menolong kalian untuk menjadi seseorang dalam proses mencoba menyatukan kepribadian dan usaha sehingga musim kompetisi kali ini menjadi musim kemenangan. Sudahkan kalian menjadi manusia yang lebih baik? Sudahkan kalian menjadi orang yan semakin mencintai? Apakah kalian sudah semakin loyal satu terhadap yang lain? Apakah kalian sudah semakin bersungguh-sungguh? Apakah kalian telah berkembang, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok? Jika kalian telah melaksanakan semua yang saya katakan tadi, tanpa memperdulikan kemajuan kalian dalam pertandingan nanti, kalian telah berhasil menjadi juara. Tetapi sebaliknya , jika kalian tidak melaksanakannya, maka kalian akan mengecewakan Tuhan, keluarga, sekolah, dan kita semua. Saya telah berdoa dan berharap kepada Tuhan, semoga kita tidak gagal.
Bersumber dari Buku ke 1 Rangkaian Kisah Bermakna 100 Cerita Bijak Oleh Brian Cavanaugh, T.O.R.
Popularity: unranked [?]
GBU